Di sebuah desa ada 5 hewan dengan jenis berbeda. Yaitu kucing, panda, kelinci, singa dan elang.
Suatu hari kucing dengan panda berjalan beriringan menuju sebuah bukit yang menjulang. Begitupun singa dan kelinci pergi bermesraan, Keempatnya saling bersamaan.
Menjelang mendaki bukit tersebut keempatnya bertekad bahwa akan samapai ke puncak bukit tersebut melihat indahnya alam.
Kucingpun penuh semangat sambil mengeong pada panda seakan berjanji tidak akan meninggalkan hingga sampai pada puncak bukit tsb. Tapi panda hanya diam bukan tidak semangat hanya bertekad lebih bulat.
disisi lain kelinci dan singapun telah bersiap" menuju puncak bukit.
Ketika sampai dikaki bukit kucing bersaksi dan berbangga diri bahwa panda adalah satu-satunya pelita hati, panda tidak banyak bicara tapi penuh harap cukup menguatkan hati kucing bahwa yakin akan sampai pada puncak bukit itu.
Diarena perjalanan banyak lubang dan bebatuan yang membuatnya penuh hati" dan saling bergenggaman. hati" panda, hatinya udah disini. *Teriak sikucing*.
Sementara kelinci dan singa mereka lincah tapi sesekali mereka tergelincir. Sulit memang menaiki bukit-bukit menjulang tsb.
Ditengah perjalanan keempatnya istirahat sejenak menghembuskan nafas dan saling meyemangatkan.
sikucing bercerita dengan kelinci tentang kisahnya dengan panda, begitupun kelinci pada kucing.
Namun anehnya sipanda dan sikelinci seakan tak mengenal meski mendaki bersama.
Setelah dirasa cukup beristirahat keempatnya melanjutkan pendakian, semakin banyak rintangan bahkan kabut, dengan semangat panda menyongsong kucing agar lebih kuat. Kucing sangat bangga pada panda kata kucing "cinta, aku sayang banget sama cinta, cinta jangan tinggalin aku yaah'' ''iya cinta aku juga" jawab si panda tidak banyak.
Tapi Kelinci beda dengan kucing dan panda yang penuh janji, kelinci sedih kadang si singa mendaki lebih cepat dan meninggalkan kelinci, namun kelinci setia pada singa ia ttp tersenyum mendamaikan diri.
Di sepanjang pendakian kucing banyak mendengarkan cerita dari panda, sesekali pada mewanti-wanti agar kucing tetap berpegang erat pada panda.
Ketika hampir puncak, cuaca buruk menerjang tepatnya badai. Kucingpun terlepas dari genggaman panda, ia tak menuruti ucapan panda sebelumnya. Seketika itu sang elang yang memprhatikan kucing tiba" merengkuh kucing dengan cakarnya dan menghempaskan panda dengan sayapnya.
Panda pun terpental jauh, jatuh dan terbentur bebatuan, berguling-guling hingga dasar bukit tersebut, sakitt si panda, sakit sekali, penuh luka, lebih luka lagi ia harus kehilangn kucing yang hilang dibawa elang.
Jahat, kejam gumam Si panda. Panda tak mampu melangkah menuju puncak bukit itu, terlihat begitu sedih dan tersungkur lemas di dasar bukit tsbut, hati panda sangatlah luka.
Setelah dirasa panda kembali kuat melangkah pandapun berdiri berusaha sendiri melewati bebatuan dan jurang, sendirian si panda karena kucing telah jauh, tak mungkin terlihat dan tak mungkin tahu apa yang dirasakan panda kala itu.
Namun setelah panda kembali melanjutkan pendakian terdengar suara keras dari dasar kaki bukit tersebut, segera panda turun menuju pusat suara di dasar bukit, setelah ia ketahui ternyata si kelinci tengah menangis sendu bahkan luka juga tampak disekujur tubuhnya.
Dengan suara perlahan kelinci menceritakan apa yang telah terjadi padanya, bahwa ditengah pendakian ia tergelincir tapi sayang, singa tetap berlari entah apa yang dia cari, panda mendengar penuh haru dan membesarkan hati si kelinci, panda sangat merasakan apa yang dialaminya, meski sebelumnya ia tertatih berdiri sendiri, tak ada yang menolongnya. Seketika itu panda mengajaknya kembali bangkit untuk bersama-sama menuju puncak bukit, kelincipun berterimakasih atas apa yang telah panda lakukan padanya, ditengah pedakian sesekali klinci mengajukan pertanyaan dan menerima dengan senyuman apa yang telah dijawab oleh panda. Merasa tak enak hati pandapun terkadang berlari mendahului kelinci sadar akan kedekatan kucing dan kelinci kala ia saling mengerti. Tapi kelinci tiba-tiba memanggilnya penuh iba *panda, Aq nyaman sama panda, tapi aku gak bisa bersama panda hingga puncak disisi lain aku gak bisa jauh dari panda* panda gegabah mendengar pernyataan kelinci.
hingga akhirnya tibalah dipuncak bukit, disitu tengah ada kucing dan elang sedang menikmati indahnya alam, hati panda menjerit tapi iya pandai menyembunyikannya,
ada pemandangan aneh dari kucing ia berkaca-kaca, kelincipun kebingungan ia merasa tak sampai hati menuju puncak dengan panda. pandapun dengan nafas terengah iya nyatakan kekesalanya pada kucing dan menyatakan banyak hal hingga terdengar satu kalimat jawaban *aku masih sayang sama panda tapi tidak semudah itu meninggalkan elang tanpa ada alasan yang tepat* kembali panda merasakan sakit yang kesekian kalinya, perih, perih sekali. memdengar penyataan yang membuatnya berfikir lebih dalam, Disitu panda menceritakan keberadaanya dengan kelinci pada kucing. Kelincipun menjelaskan atas suruhan panda bahwa iya berpura-pura mesra agar kucing merasakan apa yang dirasakan panda. Walaupun sejatinya kelinci juga syang panda. tapi demi kucing dan kelinci panda rela mengorbankan nama. akhirnya kucingpun melontarkan ucapan panda tega, terimakasih atas kejutan bahkan kado mengecewakan seraya menendang panda jatuh kembali ke dasar bukit tsbut.
Pandapun tersakiti bahkan lebih sakit lagi, merelakan kucing dengan elang dan kelinci disampingnya.
Kini panda sadar bahwa pilihannya bukanlah suatu keputusan yang tepat meski sejatinya merasa sudah benar.
Keputusan Tuhanlah yang paling tepat sebagai pendamping panda mememui keindahan alam semesta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar