Rabu, 28 Juni 2017

M. ALAN NURIL ANWAR

M. Alan Nuril Anwar

*# Rintih sang Mahkota #*

20 tahun silam jeritan itu mengantarkan si mungil menatap dunia.
Puji syukur dan lantunan do'a meramaekan Maha Pendengar Sang Kuasa.
Suasana haru dan seyum kebahagiaan menyelimuti rumah sederhana kala itu.

Tangisan bayi suci terangkul penuh kasih dan mesra.
M.ALAN NURIL ANWAR si bahagia memberinya Mahkota.
Mahkota cahaya, Mahkota do'a, Mahkota penolong serta Mahkota Harapan.

20 tahun sudah si bahagia melayaninya.
Tak nampak harapan itu dari Mahkota.
( Buram ) tepatnya abu-abu.
kini ia terpisah.
Memeluknya dengan do'a.
Semoga...!!!!!!!

Minggu, 18 Juni 2017

Duka Ramadhan

Hari itu orang-orang ramai memanjakanku,
Bahagiaku kian surga kala Ramadhan selimuti nama bulanku.
lantunan irama indah kian menyejukan dari kebisingan di surau-surau beratap kubah itu.
Irama sepertiga malam pun telusuri hingga sampai pada Rob-ku.

Orang-orang memanggilku, bulan ampunan, bulan rahmat, bahkan bulan kasih sayang, tepatnya bulan suci,
Padahal dari 6666 ayat Firmannya Tak satupun mencantumkanku syahrul hurum (bulan suci) untukku.
tapi,, tradisi bangsa arab kala itu tak untuk berperang saat tiba 4 bulan di surah taubah ayat 96 dalam Kitab-Nya..
Bahkan Aku Mulia tanpa dimuliakan..

Demi masa..
Yah.. begitulah Firmannya..
Tepat menjelang fajar tiba, kau antarkan Bahasa ceria temui masa yang kian tak berderma.
Sampaikan kepingan Risalah sebagai pedoman umat manusia.
"laa tamassuhu il-lal mutohharuun" Firmannya..
Tuk jaga kesucian Mushaf..
hingga masa menutup usia.

Nabi Muliapun sampaikan Sabdanya..
"Barang siapa berpuasa pada bulan ramadhan dengan iman dan ihtisab, maka Tuhan akan mengampuni dosa-dosa terdahulu''
tahukah kau antara iman dan ihtisab..??

Hasiba (menghitung) Madhinya..
Bagiku ihtisab itu bisa jadi Cermin..
Cermin kepekaan..
Tepatnya Intropeksi diri..
Antara Aku siapa dan Aku mengapa??, Abaikan saja kata mereka..
Merekam masa lampau dengan cermin Hasiba.
Hingga ihtisab Menjadi Taqwa..
hanguskan dosa lama..

Tapi Manusia Aneh..
padahal Setanpun sudah terbelenggu oleh kemuliaanku.
Namun dosa-dosa kian beradu di balik korden yang menutupi Mangkok, gelas dan piring.
Dibalut asap rokok, hembuskan awan kesuraman..
Bersembunyi mengecohku antara fajar dan senja di balik ramadhan mulia..

meski tak ada peranan setan, yang pasti

'' inn-nafsa la amarotun bis-syu'i ''..
dan.. itulah jawabku..

--------------------------------------------------------------
Edisi #22 ramadhan 1438 H

Nuansa pagi

Selamat pagi,

Andai saja pagi itu manusia,tentu Pagi tak akan seindah kilauan mentari berbalut kicauan burung-burung yang mulai beroperasi,
Tak seindah langit yang mewajah sayu seakan primadona bagi kaum adam dan hawa.

Semua makhluk pun tersenyum terangi relung hati bagi mereka yang kuasa melawan usapan angin dibalik jendela yang kian menyelimuti kulit mata.
Yahh.. Dalam sujud Aku bersyukur saat di ufuk timur, tepat diujung timur sana.
Dimana mentari silaukan mata,
Engkaulah pagi yang beruntung dari bisikan lidah senja, bukan manusia.

Attitude

Bukan tentang apa kau mengajar atau kebijakan apa yang kau kerjakan.
Bukan pula tentang status akademisi maupun jabatan apa yang kau sandang.

Tapi tentang apa yang kau lantunkan dengan kompetensimu..
Apa yang kau implementasikan dengan kualitasmu.
Apa yang kau sandang dengan tittlemu.
Sedang kau lupa dengan apa yang kau ucapkan padahal begitu memalukan.

Jangan kau bawa lembaga maupun intansi yang sifatnya umum, Ketika kau gadaikan kecerdasanmu dengan ego
Mengupas jiwa-jiwa dalam cemas
merebahkan asa dalam bekas
Jangan, jangan..
Karena itu sifatnya individu.

Jangan pura-pura berdakwah jika masih baru saja kau alami sindikat bahasa erotis.
Sebab Adab dan akhlak adalah cermin dedikasimu.
Karenanya sekolah tak selucu itu.

Bahasa Jiwa

Kupuisikan sajak bernuansa irama,
Nadapun tak pernah usang dimakan usia.
Atas nama jiwa,
dan hati tulus ikhlas.
Nyanyiannya.

ia bercengkrama dalam bait tiap baris lagu,
Bukan dengan manusia,
Bukan pula pria-wanita yg asik bercinta.
Kepada rumput ilalang ia pinjam catatannya.

Iramanya tak segan menyapa mentari dan batu karang,
Persis pada lagunya berita kepada kawan.
Bumipun dicurigai,
kala hati tak temui jawaban apa yang ia cari.

Diteras ujung surau kulantunkan nada senja.
Ku berdengung tepat di Beranda
hohoho..ho.ho.ho.. du.du.du..du.du.du..
Menyapa ramah angin yang akan membawanya.

Hatipun bergetar ingin sampaikan tanya.
Perlahan, diampun mulai membuka suara.
Sampaikan tanya dalam dada.
apakah? bagaimanakah?

Kukabarkan pada alam bahkan batu karang..
Lalu kuingatkan saja pada dunia.
Cobalah kita tanya
pada rumput yang bergoyang.

hohoho..ho.ho.ho
hohoho..ho.ho.ho

--------------------------------------------------------------
Inspirasi Lagu Ebiet G ade.

Great Love of God

Seseorang bertanya "apakah cinta?" Jawabanku "bertanyalah tentang makna-makna"
Ahh..
Tak ada salahnya aku berbicara tentang cinta dan menerangkannya.

Cinta tak terjangkau oleh kata" dan pendengaran, cinta adalah lautan yg takterukur diameternya.
Cintapun tak dapat dituangkan melalui pendidikan dan ilmu pengetahuan atau buku-buku dan tulisan.

Apapun yg dikatan orang (tentang cinta), bukan semata karena kemurnian cinta.
Apalagi sekedar cinta yang ber-gandengan tangan di taman kota dan cafe-cafe cendana.

Apapun yang kau katakan (tentang cinta) hanya kulit semata.
Cukup!!! Sampai kapanpun akan terpancang pada lidah dan kata-kata.

Cinta memiliki begitu banyak tamsilan yang beberapa di seberang kata-kata.
Satu hal yang pasti, kerinduan tanpa pertemuan bahkan hingga dipertemukan adalah wujud cinta sang pencari.

Oh.. Sang Murabbi..

-------------------------------------------------------------------------
#12-12-2016.

Ahmad Tanpa Mim

Ahmad tanpa mim. (Ahad)
Tampakan mentari cerah dibalut Harlah majlis ta'lim al-ahadi.
Iringan maulid nabi kian Menyilaukan wajah pesantren pada sang murobbi.

Bermula sejak Assyaikh Hasan Jawi, Majlis ta'lim Al-Ahadi hingga kini kian kokoh berdiri.
masapun tuangkan berkah dan karomah Sang Kyai.

Tepat 65 tahun sudah masjid Al-barokah Genggong tak pudarkan suara sampaikan risalah sang baginda.
Bernama KH. Hasan Saifurridzal gagasan "Ahmad tanpa mim" kian bermuara.
Gema dakwahnya rindukan suara merdu sampaikan pesan qolbu.
Beliau wariskan bukan dengan harta, melainkan beliau titipkan majlis dan umat sebagai masa yang terus berjaya.

KH. Moh. Hasan saiful islam lanjutkan amanah Guru besar sekaligus Ayahandanya.
Sabar dan ikhlas tampakan semangat yang tak pernah pudar kala minggu tiba.

Nampak 2 insan tengah bersanding, payungkan surban untuknya.
Simpan cerita wujud setia mengawal masa depan akan generasi berikutnya.

Tak hanya cinta, inilah hadiah dibalik didikan seorang figur untuk kita semua.

#25-12-2016
--------------------------------------------------------
Semoga beliau selalu dilapangkan dan diberi kesehatan yang se sehat-sehatnya oleh Allah SWT.

Rindu pencari

Angan berselimut angin Senja menepi terik mencari Menari mencuci udara menutupi kulit ingin Terbekam frasa berkelana cuaca dingin ...