Apa kabar pria...
Ku perkenalkan diri nama ku tuak.
Mereka suka memanggilku arak.
Akrab dengan semua kalangan
Tak pandang pangkat maupun tingkat.
Harga ku sedikit mahal dari pada air mineral milik alam.
Rasapun tak se tawar air zam-zam.
Warnapun bermacam-macam seperti larutan yg merubah kenikmatan.
Bauku menyengat bikin setiap orang lari ketakutan.
Sedikit saja kau berteriak lantang, sudah pasti nyawamu sebagai taruhan.
Hai bro... Sapa penikmatku pada mereka yang bersi kap tegang melintas di jln trotoar.
Sini bro, ayo Gabunglah bro..
Cobaen dlu bro.. Sekali saja donk bro..
Kelompokku kasar bikin tubuh mereka bergetar.
Ada yg melarang menikmatiku.
Ada pula yg mencegah untuk tidak dekat denganku.
Bahkan Undang-undang dasar menghukumku..
Hahahaha...
Aku tak peduli tentang semua itu.
Yang aku tau golonganku ada disekitarmu.
Disekitarmu mereka sok tak tahu..
Tapi terkadang merekalah yang melindungiku.
Hihihihi..
Komunitasku mayoritas pemuda buta agenda.
Kulit bertato sandang perekdikat kaum legenda.
Aku lepas mereka telusuri pasar-pasar hingga desa.
Mata bengkak, wajah pucat ciri khasnya.
Orang bilang aku bisa menjadi obat penenang.
Lupakan masalah kegaduhan, kemalangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar