Senin, 29 Juni 2015

Cerpen cinta remaja

Di sebuah desa ada 5 hewan dengan jenis berbeda. Yaitu kucing, panda, kelinci, singa dan elang.

Suatu hari kucing dengan  panda berjalan beriringan menuju sebuah bukit yang menjulang. Begitupun singa dan kelinci pergi bermesraan, Keempatnya saling bersamaan.
Menjelang mendaki bukit tersebut keempatnya bertekad bahwa akan samapai ke puncak bukit tersebut melihat indahnya alam.
Kucingpun penuh semangat sambil mengeong pada panda seakan berjanji tidak akan meninggalkan hingga sampai pada puncak bukit tsb. Tapi panda hanya diam bukan tidak semangat hanya bertekad lebih bulat.
disisi lain kelinci dan singapun telah bersiap" menuju puncak bukit.

Ketika sampai dikaki bukit kucing bersaksi dan berbangga diri bahwa panda adalah satu-satunya pelita hati, panda tidak banyak bicara tapi penuh harap cukup menguatkan hati kucing bahwa yakin akan sampai pada puncak bukit itu.

Diarena perjalanan banyak lubang dan bebatuan yang membuatnya penuh hati" dan saling bergenggaman. hati" panda, hatinya udah disini. *Teriak sikucing*.

Sementara kelinci dan singa mereka lincah tapi sesekali mereka tergelincir. Sulit memang menaiki bukit-bukit menjulang tsb.
Ditengah perjalanan keempatnya istirahat sejenak menghembuskan nafas dan saling meyemangatkan.

sikucing bercerita dengan kelinci tentang kisahnya dengan panda, begitupun kelinci pada kucing.
Namun anehnya sipanda dan sikelinci seakan tak mengenal meski mendaki bersama.

Setelah dirasa cukup beristirahat keempatnya melanjutkan pendakian, semakin banyak rintangan bahkan kabut, dengan semangat panda menyongsong kucing agar lebih kuat. Kucing sangat bangga pada panda kata kucing "cinta, aku sayang banget sama cinta, cinta jangan tinggalin aku yaah'' ''iya cinta aku juga" jawab si panda tidak banyak.

Tapi Kelinci beda dengan kucing dan panda yang penuh janji, kelinci sedih kadang si singa mendaki lebih cepat dan meninggalkan kelinci, namun kelinci setia pada singa ia ttp tersenyum mendamaikan diri.

Di sepanjang pendakian kucing banyak mendengarkan cerita dari panda, sesekali pada mewanti-wanti agar kucing tetap berpegang erat pada panda.

Ketika hampir puncak, cuaca buruk menerjang tepatnya badai. Kucingpun terlepas dari genggaman panda, ia tak menuruti ucapan panda sebelumnya. Seketika itu sang elang yang memprhatikan kucing tiba" merengkuh kucing dengan cakarnya dan menghempaskan panda dengan sayapnya.
Panda pun terpental jauh, jatuh dan terbentur bebatuan, berguling-guling hingga dasar bukit tersebut, sakitt si panda, sakit sekali, penuh luka, lebih luka lagi ia harus kehilangn kucing yang hilang dibawa elang.
Jahat, kejam gumam Si panda. Panda tak mampu melangkah menuju puncak bukit itu, terlihat begitu sedih dan tersungkur lemas di dasar bukit tsbut, hati panda sangatlah luka.
Setelah dirasa panda kembali kuat melangkah pandapun berdiri berusaha sendiri melewati bebatuan dan jurang, sendirian si panda karena kucing telah jauh, tak mungkin terlihat dan tak mungkin tahu apa yang dirasakan panda kala itu.

Namun setelah panda kembali melanjutkan pendakian terdengar suara keras dari dasar kaki bukit tersebut, segera panda turun menuju pusat suara di dasar bukit, setelah ia ketahui ternyata si kelinci tengah menangis sendu bahkan luka juga tampak disekujur tubuhnya.
Dengan suara perlahan kelinci menceritakan apa yang telah terjadi padanya, bahwa ditengah pendakian ia tergelincir tapi sayang, singa tetap berlari entah apa yang dia cari, panda mendengar penuh haru dan membesarkan hati si kelinci, panda sangat merasakan apa yang dialaminya, meski sebelumnya ia tertatih berdiri sendiri, tak ada yang menolongnya. Seketika itu panda mengajaknya kembali bangkit untuk bersama-sama menuju puncak bukit, kelincipun berterimakasih atas apa yang telah panda lakukan padanya, ditengah pedakian sesekali klinci mengajukan pertanyaan dan menerima dengan senyuman apa yang telah dijawab oleh panda. Merasa tak enak hati pandapun terkadang berlari mendahului kelinci sadar akan kedekatan kucing dan kelinci kala ia saling mengerti. Tapi kelinci tiba-tiba memanggilnya penuh iba *panda, Aq nyaman sama panda, tapi aku gak bisa bersama panda hingga puncak disisi lain aku gak bisa jauh dari panda* panda gegabah mendengar pernyataan kelinci.

hingga akhirnya tibalah dipuncak bukit, disitu tengah ada kucing dan elang sedang menikmati indahnya alam, hati panda menjerit tapi iya pandai menyembunyikannya,
ada pemandangan aneh dari kucing ia berkaca-kaca, kelincipun kebingungan ia merasa tak sampai hati menuju puncak dengan panda. pandapun dengan nafas terengah iya nyatakan kekesalanya pada kucing dan menyatakan banyak hal hingga terdengar satu kalimat jawaban *aku masih sayang sama panda tapi tidak semudah itu meninggalkan elang tanpa ada alasan yang tepat* kembali panda merasakan sakit yang kesekian kalinya, perih, perih sekali. memdengar penyataan yang membuatnya berfikir lebih dalam, Disitu panda menceritakan keberadaanya dengan kelinci pada kucing. Kelincipun menjelaskan atas suruhan panda bahwa iya berpura-pura mesra agar kucing merasakan apa yang dirasakan panda. Walaupun sejatinya kelinci juga syang panda. tapi demi kucing dan kelinci panda rela mengorbankan nama. akhirnya kucingpun melontarkan ucapan panda tega, terimakasih atas kejutan bahkan kado mengecewakan seraya menendang panda jatuh kembali ke dasar bukit tsbut.
Pandapun tersakiti bahkan lebih sakit lagi, merelakan kucing dengan elang dan kelinci disampingnya.

Kini panda sadar bahwa pilihannya bukanlah suatu keputusan yang tepat meski sejatinya merasa sudah benar.
Keputusan Tuhanlah yang paling tepat sebagai pendamping panda mememui keindahan alam semesta.

Kamis, 18 Juni 2015

AJI MUMPUNG BULAN RAMADHAN



AJI MUMPUNG BULAN RAMADHAN
Password kecemburuan sosial yang menjadi mayoritas di tanah air ini, mereka sebut dengan istilah AJI MUMPUNG. Inilah fenomena keunikan negeri Untuk mengimbangi popularitas mereka dengan mempunyai jabatan. Tidak heran jika mereka mendadak kaya raya namun setelah jabatan tiada, lantas lenyap pula kekayaannya, kekayaan semacam ini boleh saja kita sebut sebagai kekayaan Hipotesis(bersifat sementara)
Aji mumpung adalah kata-kata sindiran dalam bahasa jawa, untuk orang-orang yang memanfaatkan kelebihannya pada jalur tidak bijak. Aji berarti sesuatu yang berharga, sesuatu yang dihormati. Aji juga berarti senjata, formula, atau apa saja yang bisa membentuk kesaktian atau kehebatan. Mumpung bisa diterjemahkan sebagai ‘selagi’ atau ‘saat masih’. Dalam bausastra jawa (kamus bahasa jawa) yang diterbitkan oleh Balai Bahasa Yogyakarta, aji mumpung diartikan sebagai ‘menggunakan kewenangan yang ada untuk keuntungan diri sendiri’. Jadi aji mumpung adalah menggunakan wewenang, kekayaan, kepandaian, garis keturunan, jalur politik dan segala kelebihan yang kita miliki untuk menguntungkan diri sendiri, atau pada jalur negatif.
Istilah Aji Mumpung memang selalu kita kaitkan dengan hal-hal negatif, penuh tanda Tanya, bahkan menjadi buah bibir masyarakat disekitarnya, namun Aji mumpung bagi umat muslim sangat di sarankan kala bulan suci Ramadhan tiba yaitu dengan bermunajat, bermuhasabah, mendekatkan diri pada Allah SWT.
Bulan Ramadhan adalah bulan taubat dan ampunan, banyak umat Islam yang mendapatkan ampunan pada bulan Ramadhan karena bersungguh-sungguh dalam beribadah, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
مَن صام رمضان إيمانا واحتسابا غُفِر له ما تقدم من ذنبه
"Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu." (HR Bukhari Muslim).
Bahkan dikutib dari salah satu cerita guru saya Almukarrom KH. Moh. Hassan Ahsan Maulana bin Kh. Moh. Hasan Saiful Islam " Ada seorang ayah dan anak beragama kristiani yang hidup dilingkungan muslim. Kala itu bulan ramadhan sang anak bermain dengan teman-teman sebayanya tanpa menghiraukan teman muslimnya yang sedang berpuasa bahkan sang anak juga membujuknya agar tidak berpuasa, namun kejadian itu diketahui oleh ayahnya lantas ayahnya berkata "Nak kita mempunyai hari-hari mulia mereka umat muslim juga demikian, jadi tidak boleh mengganggu umat muslim yang sedang berpuasa karena bulan ramadhan itu adalah hari mulianya namun sang anak tetap mengganggu temannya. Setelah hari itu berlalu sang ayah meninggal dunia, Kemudian  anak tersebut bermimpi melihat ayahnya tengah di berada di taman yang sangat indah lantas sang anakpun bertanya. Ayah ada dimana? aku disurga. Kenapa ayah bisa berada ditempat itu? Ayah diberi rahmat oleh Allah SWT karena menghargai umat muslim yang berpuasa, sebelum meninggal ayah mengucapkan dua kalimat syahadat ". dari cerita ini bisa diambil kesimpulan bahwasannya sungguh mulia dan penuh berkah keagungan bulan ramadhan bahkan Allah pun berkenan membuka hati dan memberinya hidayah mampu mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai simbol keyakinannya disaat ajal menjemputnya, tentu kita semua sebagai umat muslim sangat mengharapkan rahmat dan ridlo Allah SWT meninggal dengan keadaan membawa iman dan islam, lebih-lebih meninggal dengan khusnul khotimah. Inilah bagian dari bukti toleransi yang sebaiknya dari kaum minoritas untuk mayoritas bukan sebaliknya.
Jika pelaku bisnis yang berjiwa kompetitif, bertujuan untuk menemukan peluang guna mendapatkan uang maka muslim yang berjiwa Optimis harus lebih kompetitif mengharapkan Ridlo Allah SWT dengan memanfaatkan bulan yang telah di anugerahinya. Aji mumpung diberi nafas, mumpung diberi kesempatan, mumpung diberi bulan ramadhan sebagai bulannya umat Rosulullah SAW
Istilah “Aji Mumpung” tentu bisa berkonotasi positif,. aji Mumpung (mumpung ada kesempatan), bila selalu berpikir tentang “apa yang harus aku perbuat” (what can I do), tentu akan bermaksna positif. Sebaliknya jika aji mumpung ditafsirkan sebagai “apa yang aku dapat” (what can I get) akan bermakna negatif. Bila kita berpikir positif, tentu jiwa kompetitif tidak boleh ditinggalkan, sebab lemah dan lengahnya sedikit kesempatan itu sudah direbut dan direnggut oleh waktu. Tak heran bila Ali bin Abi Thalib pernah mengatkan bahwa “waktu ibarat pedang” (al waktu kas ‘saifi). Pedang adalah ibarat peluang. Bila pedang sudah dipegang, tentu terserah siapa yang menggunakan.
Kunci dari bulan suci ramadhan tidak hanya terletak pada keberkahannya lebih utama lagi pada pendekatan yang menjadi kunci utama manusia sebagai hubungan dengan Allah dan hubungan dengan manusia (Hablumminallah wa hablumminannas) pokok intinya ada pada satu malam yang lebih mulia dari 1000 bulan yaitu malam lailatul qadar, Bahkan tentang lailatul qodar itu, Allah SWT menurunkan surat khusus dalam fimannya:

ِناَّ اَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ () وَمَااَدْرَاكَمَا لَيْلَةُ اْلقَدْرِ() لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌمِنْ اَلْفِ شَهْرٍ()تَنَزَّلُ الْمَلاَئِكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ اَمْرٍ() سَلاَم ٌهِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفجْرِ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tu-hannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” (QS. Al Qodar 1-5).
Maka dari itu sudah sepatutnyalah kita berbangga diri menyambut aji mumpung khusus milik pribadi untuk menunjukan integritas jati diri berjihad melawan hawa nafsu sebagai hamba yang dikaruniai iman dan islam agar supaya kuat menjalani ibadah puasa satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Tidak ada kaya maupun miskin menahan haus dan lapar di bulan ramadhan, tidak membedakan gemuk ataupun kurus dalam waktu berbuka, tidak pula ada batasan berorotot kekar dan rapuh untuk berpuasa. Lupakan aji mumpung bagi mereka yang berkesempatan diri, kaitkan aji mumpung merangkul bulan suci, Bersihkan hati, sucikan diri, indahkan pribadi, mumpung hidup ini belum mati.

Selamat menunaikan ibadah puasa.

Selasa, 16 Juni 2015

Aji Mumpung

Password kecemburuan sosial yang menjadi mayoritas di tanah air ini, mereka sebut dengan istilah AJI MUMPUNG. Inilah fenomena keunikan negeri Untuk mengimbangi popularitas mereka dengan mempunyai jabatan. Tidak heran jika mereka mendadak kaya raya namun setelah jabatan tiada lantas lenyap pula kekayaannya, kekayaan semacam ini boleh saja kita sebut sebagai kekayaan Hipotesis(bersifat sementara)

Aji mumpung adalah kata-kata sindiran dalam bahasa jawa, untuk orang-orang yang memanfaatkan kelebihannya pada jalur tidak bijak. Aji berarti sesuatu yang berharga, sesuatu yang dihormati. Aji juga berarti senjata, formula, atau apa saja yang bisa membentuk kesaktian atau kehebatan. Mumpung bisa diterjemahkan sebagai ‘selagi’ atau ‘saat masih’. Dalam bausastra jawa (kamus bahasa jawa) yang diterbitkan oleh Balai Bahasa Yogyakarta, aji mumpung diartikan sebagai ‘menggunakan kewenangan yang ada untuk keuntungan diri sendiri’. Jadi aji mumpung adalah menggunakan wewenang, kekayaan, kepandaian, garis keturunan, jalur politik dan segala kelebihan yang kita miliki untuk menguntungkan diri sendiri, atau pada jalur negatif.
memang Istilah Aji Mumpung selalu kita kaitkan dengan hal-hal negatif Namun Aji mumpung bagi umat muslim sangat di sarankan kala bulan suci Ramadhan tiba yaitu dengan bermunajat, bermuhasabah, mendekatkan diri pada Allah SWT.
Bulan Ramadhan adalah bulan taubat dan ampunan.
Banyak umat Islam yang mendapatkan ampunan pada bulan Ramadhan karena bersungguh-sungguh dalam beribadah, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
مَن صام رمضان إيمانا واحتسابا غُفِر له ما تقدم من ذنبه
"Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu." (HR Bukhari Muslim).
Bahkan dikutib dari salah satu cerita guru saya Almukarrom KH. Moh. Hassan Ahsan Maulana " Ada seorang ayah dan anak beragama kristiani yang hidup dilingkungan muslim. Kala itu bulan ramadhan sang anak bermain dengan teman" sebayanya tanpa menghiraukan teman muslimnya yang sedang berpuasa bahkan sang anak juga membujuknya agar tidak berpuasa, namun kejadian itu diketahui oleh ayahnya lantas ayahnya berkata "Nak kita mempunyai hari-hari mulia mereka umat muslim juga demikian, jadi tidak boleh mengganggu umat muslim yang sedang berpuasa karena bulan ramadhan itu adalah hari mulianya namun sang anak tetap mengganggu temannya. Setelah hari itu berlalu sang ayah meninggal dunia. Kemudian  anak tersebut bermimpi melihat ayahnya tengah di berada di taman yang sangat indah lantas sang anakpun bertanya. Ayah ada dimana? aku disurga. Kenapa ayah bisa berada ditempat itu? Ayah diberi rahmat oleh Allah SWT karena menghargai umat muslim yang berpuasa, sebelum meninggal ayah mengucapkan dua kalimat syahadat". Inilah bagian dari contoh bukti toleransi yang sebaiknya dari kaum minoritas untuk mayoritas bukan sebaliknya.
Jika pelaku bisnis yang berjiwa kompetitif, bertujuan untuk menemukan peluang guna mendapatkan uang maka muslim yang berjiwa Optimis harus lebih kompetitif mengharapkan Ridlo Allah SWT dengan memanfaatkan bulan yang telah di anugerahinya. Aji mumpung diberi nafas, mumpung diberi kesempatan, mumpung diberi bulan ramadhan sebagai bulannya umat Rosulullah SAW.
Istilah “Aji Mumpung” tentu bisa berkonotasi positif,. aji Mumpung (kesepatan mumpung), bila selalu berpikir tentang “apa yang harus aku perbuat” (what can I do), tentu akan bermaksna positif. Sebaliknya jika aji mumpung ditafsirkan sebagai ” apa yang aku dapat” (what can I get) akan bermakna negatif. Bila kita berpikir positif, tentu jiwa kompetitif tidak boleh ditinggalkan, sebab lemah dan lengah sedikit kesempatan itu sudah direbut dan direnggut oleh waktu. Tak heran bila Ali bin Abi Thalib pernah mengatkan bahwa “waktu ibarat pedang” (al waktu kas ‘saifi). Pedang adalah ibarat peluang. Bila pedang sudah dipegang, tentu terserah siapa yang menggunakan.
Lupakan aji mumpung bagi mereka yang berkesempatan diri, kaitkan aji mumpung merangkul bulan suci, Bersihkan hati, sucikan diri, indahkan pribadi, mumpung hidup ini belum mati.
Selamat menunaikan ibadah puasa.

Rabu, 10 Juni 2015

MUDA BEKERJA, TUA BERKARYA, MATI TERNAMA

Dewasa ini seiring dengan semakin berkembangnya dunia teknologi tentunya anak-anak bangsa diharapkan mampu menunjukan integrigritas keperibadiannya. Siapa kita jika tidak berkarya..??? Sebagai agen of change yang sangat di nanti oleh para pendiri dahulu bangsa mereka-mereka tentunya ingin menyaksikan anak-anak bangsa bangga dengan negaranya, bangga dengan bangsanya, bangga dengan almamaternya dan bangga pada diri sendiri, Inilah harapan bangsa yang sesungguhnya.
Namun dinamika sosial yang terjadi pada keluarga besar bangsa indonesia seakan belum cukup mampu merenovasi integritas keperibadian anak-anak bangsanya yang acuh bahkan tertidur lelap saat bangsanya tengah gaduh meratap esensialitas negara. Pertanyaannya siapakah yang patut disalahkan..??
Indonesia sebagai negara berkedaulatan adil dan makmur apakah sudah lemah pada masa sebelum menginjak satu abad kemerdekaan..??
Tentunya ini adalah konsekuensi dasar bagi para sarjana yang belum bersikap relevan pada gelarnya.
Pendidikan memang ajang transfer knowledge yang betul-betul beradidaya. Tapi tidak semua pendidikan mampu berbudidaya pada sikap dinamis sosial individu anak-anak bangsa.
Muda Bekerja, Tua Berkarya, Mati Ternama. Begitulah saya(penulis) menyebutnya konsep integritas individual berjaya. Apa yang diharapkan bangsa jika pemuda pengangguran..??? Apa kenangan bangsa jika pemuda tercengang..?? Apa legenda bangsa jika tak terkenal..??
Fenomena inilah yang belum melekat pada jiwa pemuda bangsa..?? Dinamika yang terjadi pada kurikulum pendidikan seakan putus nyambung dengan kebijakan dan harapan negara.
Resolusi terbaik adalah penanaman hak integritas jati diri. Tanggung jawab diri, bukan pada pemanfaatan diri pada setiap instansi.
Kita pemuda rindu bangsa yang dinamis, bangsa yang kondusif, bangsa yang elastis.
Semoga bangsa kembali berwudlu menghilangkan kantuk menatap pemuda sebagai mesin inovatif aset berharga negara. 

Rindu pencari

Angan berselimut angin Senja menepi terik mencari Menari mencuci udara menutupi kulit ingin Terbekam frasa berkelana cuaca dingin ...