AJI MUMPUNG BULAN RAMADHAN
Password kecemburuan sosial yang menjadi
mayoritas di tanah air ini, mereka sebut dengan istilah AJI MUMPUNG. Inilah
fenomena keunikan negeri Untuk mengimbangi popularitas mereka dengan mempunyai
jabatan. Tidak heran jika mereka mendadak kaya raya namun setelah jabatan tiada,
lantas lenyap pula kekayaannya, kekayaan semacam ini boleh saja kita sebut
sebagai kekayaan Hipotesis(bersifat sementara)
Aji
mumpung adalah kata-kata sindiran dalam bahasa jawa, untuk orang-orang yang
memanfaatkan kelebihannya pada jalur tidak bijak. Aji berarti sesuatu yang
berharga, sesuatu yang dihormati. Aji juga berarti senjata, formula, atau apa
saja yang bisa membentuk kesaktian atau kehebatan. Mumpung bisa diterjemahkan
sebagai ‘selagi’ atau ‘saat masih’. Dalam bausastra jawa (kamus bahasa jawa)
yang diterbitkan oleh Balai Bahasa Yogyakarta, aji mumpung diartikan sebagai
‘menggunakan kewenangan yang ada untuk keuntungan diri sendiri’. Jadi aji
mumpung adalah menggunakan wewenang, kekayaan, kepandaian, garis keturunan,
jalur politik dan segala kelebihan yang kita miliki untuk menguntungkan diri sendiri,
atau pada jalur negatif.
Istilah
Aji Mumpung memang selalu kita kaitkan dengan hal-hal negatif, penuh tanda
Tanya, bahkan menjadi buah bibir masyarakat disekitarnya, namun Aji mumpung
bagi umat muslim sangat di sarankan kala bulan suci Ramadhan tiba yaitu dengan
bermunajat, bermuhasabah, mendekatkan diri pada Allah SWT.
Bulan
Ramadhan adalah bulan taubat dan ampunan, banyak umat Islam yang mendapatkan
ampunan pada bulan Ramadhan karena bersungguh-sungguh dalam beribadah, sebagaimana
sabda Rasulullah SAW:
مَن صام رمضان إيمانا واحتسابا غُفِر له ما تقدم من ذنبه
"Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu." (HR Bukhari Muslim).
Bahkan dikutib dari salah satu cerita guru saya Almukarrom KH. Moh. Hassan Ahsan Maulana bin Kh. Moh. Hasan Saiful Islam " Ada seorang ayah dan anak beragama kristiani yang hidup dilingkungan muslim. Kala itu bulan ramadhan sang anak bermain dengan teman-teman sebayanya tanpa menghiraukan teman muslimnya yang sedang berpuasa bahkan sang anak juga membujuknya agar tidak berpuasa, namun kejadian itu diketahui oleh ayahnya lantas ayahnya berkata "Nak kita mempunyai hari-hari mulia mereka umat muslim juga demikian, jadi tidak boleh mengganggu umat muslim yang sedang berpuasa karena bulan ramadhan itu adalah hari mulianya namun sang anak tetap mengganggu temannya. Setelah hari itu berlalu sang ayah meninggal dunia, Kemudian anak tersebut bermimpi melihat ayahnya tengah di berada di taman yang sangat indah lantas sang anakpun bertanya. Ayah ada dimana? aku disurga. Kenapa ayah bisa berada ditempat itu? Ayah diberi rahmat oleh Allah SWT karena menghargai umat muslim yang berpuasa, sebelum meninggal ayah mengucapkan dua kalimat syahadat ". dari cerita ini bisa diambil kesimpulan bahwasannya sungguh mulia dan penuh berkah keagungan bulan ramadhan bahkan Allah pun berkenan membuka hati dan memberinya hidayah mampu mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai simbol keyakinannya disaat ajal menjemputnya, tentu kita semua sebagai umat muslim sangat mengharapkan rahmat dan ridlo Allah SWT meninggal dengan keadaan membawa iman dan islam, lebih-lebih meninggal dengan khusnul khotimah. Inilah bagian dari bukti toleransi yang sebaiknya dari kaum minoritas untuk mayoritas bukan sebaliknya.
مَن صام رمضان إيمانا واحتسابا غُفِر له ما تقدم من ذنبه
"Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu." (HR Bukhari Muslim).
Bahkan dikutib dari salah satu cerita guru saya Almukarrom KH. Moh. Hassan Ahsan Maulana bin Kh. Moh. Hasan Saiful Islam " Ada seorang ayah dan anak beragama kristiani yang hidup dilingkungan muslim. Kala itu bulan ramadhan sang anak bermain dengan teman-teman sebayanya tanpa menghiraukan teman muslimnya yang sedang berpuasa bahkan sang anak juga membujuknya agar tidak berpuasa, namun kejadian itu diketahui oleh ayahnya lantas ayahnya berkata "Nak kita mempunyai hari-hari mulia mereka umat muslim juga demikian, jadi tidak boleh mengganggu umat muslim yang sedang berpuasa karena bulan ramadhan itu adalah hari mulianya namun sang anak tetap mengganggu temannya. Setelah hari itu berlalu sang ayah meninggal dunia, Kemudian anak tersebut bermimpi melihat ayahnya tengah di berada di taman yang sangat indah lantas sang anakpun bertanya. Ayah ada dimana? aku disurga. Kenapa ayah bisa berada ditempat itu? Ayah diberi rahmat oleh Allah SWT karena menghargai umat muslim yang berpuasa, sebelum meninggal ayah mengucapkan dua kalimat syahadat ". dari cerita ini bisa diambil kesimpulan bahwasannya sungguh mulia dan penuh berkah keagungan bulan ramadhan bahkan Allah pun berkenan membuka hati dan memberinya hidayah mampu mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai simbol keyakinannya disaat ajal menjemputnya, tentu kita semua sebagai umat muslim sangat mengharapkan rahmat dan ridlo Allah SWT meninggal dengan keadaan membawa iman dan islam, lebih-lebih meninggal dengan khusnul khotimah. Inilah bagian dari bukti toleransi yang sebaiknya dari kaum minoritas untuk mayoritas bukan sebaliknya.
Jika
pelaku bisnis yang berjiwa kompetitif, bertujuan untuk menemukan peluang guna
mendapatkan uang maka muslim yang berjiwa Optimis harus lebih kompetitif
mengharapkan Ridlo Allah SWT dengan memanfaatkan bulan yang telah di
anugerahinya. Aji mumpung diberi nafas, mumpung diberi kesempatan, mumpung
diberi bulan ramadhan sebagai bulannya umat Rosulullah SAW
Istilah
“Aji Mumpung” tentu bisa berkonotasi positif,. aji Mumpung (mumpung ada
kesempatan), bila selalu berpikir tentang “apa yang harus aku perbuat” (what
can I do), tentu akan bermaksna positif. Sebaliknya jika aji mumpung ditafsirkan
sebagai “apa yang aku dapat” (what can I get) akan bermakna negatif. Bila kita
berpikir positif, tentu jiwa kompetitif tidak boleh ditinggalkan, sebab lemah
dan lengahnya sedikit kesempatan itu sudah direbut dan direnggut oleh waktu.
Tak heran bila Ali bin Abi Thalib pernah mengatkan bahwa “waktu ibarat pedang”
(al waktu kas ‘saifi). Pedang adalah ibarat peluang. Bila pedang sudah
dipegang, tentu terserah siapa yang menggunakan.
Kunci
dari bulan suci ramadhan tidak hanya terletak pada keberkahannya lebih utama lagi
pada pendekatan yang menjadi kunci utama manusia sebagai hubungan dengan Allah
dan hubungan dengan manusia (Hablumminallah wa hablumminannas) pokok intinya
ada pada satu malam yang lebih mulia dari 1000 bulan yaitu malam lailatul
qadar, Bahkan tentang lailatul qodar itu,
Allah SWT menurunkan surat khusus dalam fimannya:
ِناَّ اَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ () وَمَااَدْرَاكَمَا لَيْلَةُ اْلقَدْرِ() لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌمِنْ اَلْفِ شَهْرٍ()تَنَزَّلُ الْمَلاَئِكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ اَمْرٍ() سَلاَم ٌهِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفجْرِ
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tu-hannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” (QS. Al Qodar 1-5).
ِناَّ اَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ () وَمَااَدْرَاكَمَا لَيْلَةُ اْلقَدْرِ() لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌمِنْ اَلْفِ شَهْرٍ()تَنَزَّلُ الْمَلاَئِكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ اَمْرٍ() سَلاَم ٌهِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفجْرِ
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tu-hannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” (QS. Al Qodar 1-5).
Maka
dari itu sudah sepatutnyalah kita berbangga diri menyambut aji mumpung khusus
milik pribadi untuk menunjukan integritas jati diri berjihad melawan hawa nafsu
sebagai hamba yang dikaruniai iman dan islam agar supaya kuat menjalani ibadah
puasa satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Tidak ada kaya maupun miskin menahan
haus dan lapar di bulan ramadhan, tidak membedakan gemuk ataupun kurus dalam
waktu berbuka, tidak pula ada batasan berorotot kekar dan rapuh untuk berpuasa.
Lupakan aji mumpung bagi mereka yang berkesempatan diri, kaitkan aji mumpung
merangkul bulan suci, Bersihkan hati, sucikan diri, indahkan pribadi, mumpung
hidup ini belum mati.
Selamat menunaikan ibadah puasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar