Hari itu orang-orang ramai memanjakanku,
Bahagiaku kian surga kala Ramadhan selimuti nama bulanku.
lantunan irama indah kian menyejukan dari kebisingan di surau-surau beratap kubah itu.
Irama sepertiga malam pun telusuri hingga sampai pada Rob-ku.
Orang-orang memanggilku, bulan ampunan, bulan rahmat, bahkan bulan kasih sayang, tepatnya bulan suci,
Padahal dari 6666 ayat Firmannya Tak satupun mencantumkanku syahrul hurum (bulan suci) untukku.
tapi,, tradisi bangsa arab kala itu tak untuk berperang saat tiba 4 bulan di surah taubah ayat 96 dalam Kitab-Nya..
Bahkan Aku Mulia tanpa dimuliakan..
Demi masa..
Yah.. begitulah Firmannya..
Tepat menjelang fajar tiba, kau antarkan Bahasa ceria temui masa yang kian tak berderma.
Sampaikan kepingan Risalah sebagai pedoman umat manusia.
"laa tamassuhu il-lal mutohharuun" Firmannya..
Tuk jaga kesucian Mushaf..
hingga masa menutup usia.
Nabi Muliapun sampaikan Sabdanya..
"Barang siapa berpuasa pada bulan ramadhan dengan iman dan ihtisab, maka Tuhan akan mengampuni dosa-dosa terdahulu''
tahukah kau antara iman dan ihtisab..??
Hasiba (menghitung) Madhinya..
Bagiku ihtisab itu bisa jadi Cermin..
Cermin kepekaan..
Tepatnya Intropeksi diri..
Antara Aku siapa dan Aku mengapa??, Abaikan saja kata mereka..
Merekam masa lampau dengan cermin Hasiba.
Hingga ihtisab Menjadi Taqwa..
hanguskan dosa lama..
Tapi Manusia Aneh..
padahal Setanpun sudah terbelenggu oleh kemuliaanku.
Namun dosa-dosa kian beradu di balik korden yang menutupi Mangkok, gelas dan piring.
Dibalut asap rokok, hembuskan awan kesuraman..
Bersembunyi mengecohku antara fajar dan senja di balik ramadhan mulia..
meski tak ada peranan setan, yang pasti
'' inn-nafsa la amarotun bis-syu'i ''..
dan.. itulah jawabku..
--------------------------------------------------------------
Edisi #22 ramadhan 1438 H
Tidak ada komentar:
Posting Komentar