Kupuisikan sajak bernuansa irama,
Nadapun tak pernah usang dimakan usia.
Atas nama jiwa,
dan hati tulus ikhlas.
Nyanyiannya.
ia bercengkrama dalam bait tiap baris lagu,
Bukan dengan manusia,
Bukan pula pria-wanita yg asik bercinta.
Kepada rumput ilalang ia pinjam catatannya.
Iramanya tak segan menyapa mentari dan batu karang,
Persis pada lagunya berita kepada kawan.
Bumipun dicurigai,
kala hati tak temui jawaban apa yang ia cari.
Diteras ujung surau kulantunkan nada senja.
Ku berdengung tepat di Beranda
hohoho..ho.ho.ho.. du.du.du..du.du.du..
Menyapa ramah angin yang akan membawanya.
Hatipun bergetar ingin sampaikan tanya.
Perlahan, diampun mulai membuka suara.
Sampaikan tanya dalam dada.
apakah? bagaimanakah?
Kukabarkan pada alam bahkan batu karang..
Lalu kuingatkan saja pada dunia.
Cobalah kita tanya
pada rumput yang bergoyang.
hohoho..ho.ho.ho
hohoho..ho.ho.ho
--------------------------------------------------------------
Inspirasi Lagu Ebiet G ade.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar