SANG KHAMR
Apa kabar kawan..
Ku perkenalkan diri nama ku tuak.
Mereka suka memanggilku arak.
Akrab dengan semua kalangan
Tak pandang pangkat maupun tingkat.
Harga ku sedikit mahal dari pada air mineral milik
alam.
Rasapun tak se tawar air zam-zam.
Warnapun bermacam-macam seperti larutan yg merubah
kenikmatan.
Bauku menyengat bikin setiap orang lari ketakutan.
Sedikit saja kau berteriak lantang, sudah pasti
nyawamu sebagai taruhan.
Komunitasku mayoritas pemuda buta agenda.
Kulit bertato sandang perekdikat kaum legenda.
Aku lepas mereka telusuri pasar-pasar hingga desa.
Mata bengkak, wajah pucat ciri khasnya.
Pecanduku kasar bikin tubuh mereka bergetar.
Ada yg melarang menikmatiku.
Ada pula yg mencegah untuk tidak dekat denganku.
Bahkan Undang-Undang Dasar menghukumku..
Hahahaha...
Aku tak peduli tentang semua itu.
Yang aku tau golonganku ada disekitarmu.
Disekitarmu mereka sok tak tahu..
Tapi terkadang merekalah yang melindungiku.
Hihihihi.
Kutawarkan surga dengan wadah penuh rasa.
Tinggalkan dosa teramat banyak tak berjeda.
Seteguk dua teguk lupakan tentang jiwa manusia.
Ciptakan hangat
bunga keringat api neraka.
Kujanjikan surga dunia dengan menukarkan iman dan
taqwa.
Setan-setan bekerjasama tanamkan dosa penuh
bahagia.
Iblispun tak lupa Merayu penuh iba mencari mangsa.
Muda foya-foya, tua kaya-raya, mati masuk surga
simbolnya.
Diruang para pecinta dosa penikmatku,
Cambuk neraka akan menjadi duka dialam baka.
Andai saja kau pelajari ilmu agama.
Kau ingat firman Allah SWT.
Surat Al-Maidah Ayat 90-91 laranganya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar