Selasa, 30 Agustus 2016

puisi



SANG KHAMR

Apa kabar kawan..  
Ku perkenalkan diri nama ku tuak.
Mereka suka memanggilku arak.
Akrab dengan semua kalangan
Tak pandang pangkat maupun tingkat.

Harga ku sedikit mahal dari pada air mineral milik alam.
Rasapun tak se tawar air zam-zam.
Warnapun bermacam-macam seperti larutan yg merubah kenikmatan.
Bauku menyengat bikin setiap orang lari ketakutan.
Sedikit saja kau berteriak lantang, sudah pasti nyawamu sebagai taruhan.

Komunitasku mayoritas pemuda buta agenda.
Kulit bertato sandang perekdikat kaum legenda.
Aku lepas mereka telusuri pasar-pasar hingga desa.
Mata bengkak, wajah pucat ciri khasnya.
Pecanduku  kasar bikin tubuh mereka bergetar.
Ada yg melarang menikmatiku.
Ada pula yg mencegah untuk tidak dekat denganku.
Bahkan Undang-Undang Dasar menghukumku..
Hahahaha...

Aku tak peduli tentang semua itu.
Yang aku tau golonganku ada disekitarmu.
Disekitarmu mereka sok tak tahu..
Tapi terkadang merekalah yang melindungiku.
Hihihihi.

Kutawarkan surga dengan wadah penuh rasa.
Tinggalkan dosa teramat banyak tak berjeda.
Seteguk dua teguk lupakan tentang  jiwa manusia.
Ciptakan  hangat bunga keringat api neraka.

Kujanjikan surga dunia dengan menukarkan iman dan taqwa.
Setan-setan bekerjasama tanamkan dosa penuh bahagia.
Iblispun tak lupa Merayu penuh iba mencari mangsa.
Muda foya-foya, tua kaya-raya, mati masuk surga simbolnya.
Diruang para pecinta dosa penikmatku,
Cambuk neraka akan menjadi duka dialam baka.
Andai saja kau pelajari ilmu agama.
Kau ingat firman Allah SWT.
Surat Al-Maidah Ayat 90-91 laranganya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rindu pencari

Angan berselimut angin Senja menepi terik mencari Menari mencuci udara menutupi kulit ingin Terbekam frasa berkelana cuaca dingin ...